Guguak, Kampuang Tangah Februari 2021


 

        Mendengar nama Lakan (almarhum) mengingatkan kami pada satu sosok yang teguh dalam  pendirian, disiplin, disegani, penuh tanggung jawab dan penyayang sama anak cucu

        Lakan (almarhum) berasal dari pasukuan Caniago Guguak dibawah payuang panji Datuak Bagindo. Menjadi urang sumando Datuak Rajo Bagindo pasukuan Piliang Sungai Layah Kampuang Tangah Salareh Aia Agam. Mempunyai 5 orang anak yaitu Bukhari (almarhum) yang akrab dipanggil Uniang Kari, Yasir (almarhum) yang akrab dipanggil uniang Bulin, Syaniar, Nurcaya (almarhum) yang biasa dipanggil tek Caya, dan Pak Tamar. Semuanya dikarunia anak dan cucu. mereka sukses dibidang masing-masing.

        Menurut penuturan beberapa orang yang telah sepuh, Sebagai seorang tokoh masyarakat pada masanya, Lakan (almarhum) mempunyai beberapa kepiawaian dalam berkomunikasi dengan beberapa tokoh masyarakat sehingga pernah membawa tugas sebagai di pasukuan Caniago di Guguak. hal ini berarti bahwa beliau adalah salah seorang yang dianggap mampu untuk memimpin cucu kemanakannya.

        Namun saya seribu saya, saya tidak begitu mengenal wajah beliau, karena Lakan (almarhum) telah meninggal ketika saya masih kecil. ya, lebih kurang umur 2 tahunan. tapi masih sempat juga mamaca (mengurut) beliau ketika berada di tempat tidur inyiak yang sangat penyayang pada cucunya ini.

        Bukti kasih sayang pada cucunya, melebihi sayang pada anaknya adalah, beliau selalu membelikan ikan tenggiri (ikan kering yang sangat enak) buat cucunya karena kami (Masri dan Edy) ketika kecil tinggal bersama bako yang begitu sayang pada anak pisangnya. bahkan ikan tenggiri itu tidak boleh dimakan oleh orang lain selain cucunya (sayang enek) karena biasa memanggil dengan sebutan enek.

        Sampai saat ini kami anak cucu dan cicit masih mencari dokumen foto Enek kami yang konon kabarnya ada disimpan oleh kemanakannya di Padang yaitu seorang polisi yang saat ini sudah almarhum. mudah-mudahan suatu saat bisa mendapatkan foto tersebut sebagai dokumen keluarga kami

 

    

Comments

Popular posts from this blog

Naluri tidak pernah berbohong,