Naluri tidak pernah berbohong,
![]() |
| Foto ketika cucu Enek di Sydney Australia 2015 |
Naluri tidak pernah berbohong,
" kok ado nan ka kalian makan jo minum, rasoan langik-langik, kok ndak raso gali lai, jan dimakan" itu salah satu pituah Enek Lakan samaso baliau hidup.
Pada saat ini, merupakan hari ke 4 setelah kami (suami istri) dinyatakan positif covid 19 hasil pemeriksaan Tim Covid 19 Unand Padang.
Pada saat itu, Kamis, 17 Februari 2021, kami pergi ke rumah sahabat untuk mencek pemasangan kabel audio untuk kegiatan senam. Setelah azan Ashar berkumandang, penulis memutuskan untuk segera shalat dan mengajak istri pulang ke rumah. lalu istri penulis menyarankan kalau menumpang shalat saja di rumah teman tersebut biar tidak terlambat. jarak dari rumah teman dengan pondok kami kira-kira 8 km.
lalu bisikan hati kaciak (naluri) mengatakan bahwa jangan numpang shalat, nanti takut kenapa-kenapa khususnya Covid 19 Maklumlah kami menerapkan protokol ketat covid 19 di rumah dan kantor. Coba pembaca bayangkan, sebelum masuk rumah harus cuci tangan pakai sabun, dan segera mandi, ganti baju baru beraktifitas di rumah. begitu juga dengan aktifitas kantor. bahkan sejak pandemi Covid 19, kami tidak menerima tamu karena ada selebaran yang kami pajang di kaca jendela rumah "mohon maaf, untuk kebaikan kita bersama, untuk sementara tidak menerima tamu". begitu ketatnya kami menjaga protokol kesehatan.
Tapi, dasar kita manusia yang tidak memahami nurani, kami tetap shalat di rumah teman. sepulang di sana, penulis (masri) demam menggigil. tapi esoknya sembuh lagi. dan esoknya, Jumat, shalat ashar numpang lagi (kebiasaan penulis shalat tepat waktu). Itu adalah petuah Almarhum Bukhari (apak kami yang sangat keras dalam agama) hehehehehe....adik-adik, adik satali darah, dan adik-adik bako, sudahkah menunaikan shalat tepat waktu?......ayo segera tunaikan ya.....
Keesokan harinya, Sabtu, istri penulis (akrab dipanggil Id Uncu, karena anak bungsu) demam, namun tetap semangat, bahkan minggu nya masih melaksanakan tugas sebagai instruktur senam di Jam Gadang Bukittinggi. Karena masih merasakan kurang enak badan, tanggal 25 Februari kami Swab bersama dan keesokan harinya hasil keluar dan dinyatakan positif dengan CT 22 koma sekian, kata dokter kalo nilai CT nya di atas 40 baru negatif.
Saudara kami semua, dengan status covid itu memang menderita, bagi saya sendiri tidak ada gejala yang berat, makan dan minum masih seperti biasa, namun istri saya memang agak berat, batuk kering, sesak nafas (akibat batuk) kadang-kadang demam. Menurut sahabat istri saya yang juga seorang Ners, yang penting katanya tetap semangat jangan pikir macam-macam. Pokoknya tingkatkan daya tahan tubuh. Doakan kami lekas sembuh. memang nggak tahan kalo isolasi mandiri, terpisah dari anak-anak, tidak bisa ke kantor, sekolah anak terkendala, karib, kerabat dan sahabat tidak bisa berknjung.
Jadi pesan Enek Lakan, baco palangkahan, kana diri, ikuti nurani (hati ketek) karena nurani tidak pernah berbohong. Mudah-mudahan sanak saudara sadoalehe terhindar dari Covid 19. Percayalah bahwa makhluk gaib itu ada, maka dari itu tetaplah terapkan protokol kesehatan kapan dan dimanapun agar tidak seperti kami. Dan tolong jo doa, insyaAllah senin kami akan konsul ke RSAM untuk proses ronsen. Doakan kami lekas sembuh.......

Semoga capek sehat pulih seperti biaso
ReplyDelete